Berita Terpopuler Metro

Memberikan berita terpopuler kota Metro

Berita Terunik

Memberikan berita terunik

Berita Terupdate

Memberikan informasi terupdate

Berita Terkini

Memberikan informasi berita terkini

Berita Terbaru

Memberikan informasi berita terbaru.

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI
Showing posts with label Gempa Palu dan Donggala. Show all posts
Showing posts with label Gempa Palu dan Donggala. Show all posts

Saturday, 29 September 2018

Dampak Gempa dan Tsunami di Palu

Foto-Foto Dampak Gempa dan Tsunami di Palu, Jasad Korban Tergeletak di Jalan

Gempa yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan luka.

Data sementara yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 10.00 WIB ini, Sabtu (29/9/2018) korban meninggal mencapai 48 orang.

Sebelumnya, disebutkan kalau korban meninggal mencapai 80 orang.

Namun informasi tersebut kembali diluruskan kalau korban tewas baru mencapai 48 orang.

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kalau simpang siur informasi tersebut dikarenakan derasnya informasi yang masuk.

"Kami mengoreksi karena buru-buru dan data naik turun jadi salah ketik. untuk korban meninggal capai 48 orang, dan ini semua baru di Kota Palu," ucapnya dalam konferensi pers yang ditayangkan TV One.

Lanjutnya, jumlah korban tewas berada di 4 rumah sakit.

Di rumah sakit Woodward Palu ada 2 orang meninggal, dan 28 luka.

Di RS Budi Agung Palu ada 10 orang meninggal, dan 114 orang luka.

Di RS Samaritan Palu ada 6 orang meninggal dunia dan 54 orang luka.

Dan di RS Undata Palu terdapat 30 orang meninggal dan 160 orang luka.

Sehingga total jumlah orang tewas mencapai 48 orang dan 356 orang luka.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

"jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah. Untuk korban tsunami belum kita hitung dan dilaporkan secara resmi ke BNPB, dan ini baru di kota Palu," ujarnya.

Pihaknya belum mendapatkan data korban dan kerusakan yang terjadi di Donggala karena jaringan komunikasi yang masih terputus.

Untuk diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer timur laut.

Gempa tersebut mengakibatkan tsunami di Palu, Donggala dan Mamuju.

Dari informasi yang didapat, korban meninggal di Palu akibat tsunami mencapai puluhan orang.

Friday, 28 September 2018

Gempa dan Tsunami Palu

Gempa dan Tsunami Palu - Banyak Mayat Berserakan di Pantai dan Sebagian Mengambang di Laut

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 (sebelumnya disebutkan 7,7) mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018)sore, dan menyebabkan terjadinya tsunami.

Menurut BMKG, tsunami itu terjadi setidaknya di tiga wilayah, yaitu Palu, Donggala, dan Mamuju.
Dilansir saksi mata melihat banyak jenazah berada diantara puing-puing bangunan di Pantai Talise, Kota Palu.

Selain itu, sejumlah jenazah terlihat mengapung di laut.

Beberapa fakta di bawah ini merangkum tragedi kemanusiaan gempa di Donggala dan gempa beserta tsunami di Palu.

1. Karakter gempa Donggala menurut BMKG

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan, karakter gempa di Donggala berbeda dengan gempa yang terjadi di Lombok, NTB.

Gempa di Donggala disebabkan pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro, sedangkan di Lombok dipicu kenaikan patahan Flores.

"Selama ini tidak ada gempa mencapai 7,4 SR di daerah itu. Kondisi itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini," katanya Jumat malam (28/9/2018).

Sementara itu, dari hasil pantauan BMKG hingga pukul 20.00 WIB kemarin, telah terjadi 22 kali gempa susulan yang tercatat dengan magnitude terbesar M 6,3 dan terkecil M 2,9.

2. Saksi mata melihat mayat berserakan di pantai

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus. Jumlah korban masih terus didata.

Nining (32), salah satu pengungsi dari Kelurahan Lolu Utara, mengatakan, telah melihat banyak mayat di pantai serta sebagian mengambang di laut, pada Sabtu pagi (29/9/2018).

“Banyak mayat berserakan di pantai dan mengambang di permukaan laut,” kata Nining saat dihubungi Kompas.com di lokasi pengungsian gedung DPRD Kota Palu, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Nining, jenazah-jenazah tersebut berada di antara puing-puing bangunan yang tersapu tsunami di Palu kemarin.
Selain itu, akses jalan di sekitar pantai Talise juga mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami.
Hingga saat ini, pemeritah berupaya segera melakukan proses evakuasi dan penanganan korban gempa.

3. Pasien rumah sakit memilih berada di halaman

Sebanyak 178 orang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, memilih mengindap di halaman rumah sakit sambil mendapatan perawatan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, hingga tengah malam rasa trauma dan ketakutan masih terus dirasakan oleh para pasien.

Muhamad Farham (20), pasien patah kaki asal Desa Malei, Kabupaten Tojo Una-Una mengaku takut untuk kembali masuk ke ruangan perawatan akibat masih adanya gempa susulan.

"Saya masih takut masuk kamar atau ruangan, lebih baik dirawat di halaman saja,kalau sudah betul-betul aman baru saya mau masuk," katanya.

4. Mensos minta Pemerintah Daerah segera terbitkan SK Tanggap Darurat

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pemerintah daerah Sulawesi Tenggara dalam hal ini Bupati Donggala dan Walikota Palu untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat.

“Segera keluarkan SK tanggap darurat sehingga kementerian atau lembaga bisa membantu penanganan bencana di sana," kata Agus dalam jumpa pers di Kantor Kemensos, Jakarta Selatan, yang dikutip dari Kompas TV, Sabtu (29/9/2018) dini hari.

"Dengan terbitnya SK tanggap darurat, bupati, dan Wali Kota bisa mengambil 100 ton stok beras di gudang Bulog yang dimiliki Kemensos," kata Agus.

5. Kemensos kirimkan bantuan

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita telah berkoordinasi dangan Panglima TNI untuk menyalurkan bantuan dan peralatan evakuasi ke Palu dan Donggala.

"Kami sudah lakukan identiifikasi sumber daya yang dimiliki Kementerian Sosial dan mengaktivasi sistem penanggulangan bencana bidang sosial. Baik bufferstock bantuan darurat, peralatan evakuasi, personel relawan Tagana, maupun kendaraan siaga bencana," kata Agus.

Bantuan yang dikirimkan adalah 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3.000 tenda gulung, 2 paket perlengkapan dapur umum lapangana, 1.000 matras, dan 1.500 kasur.

6. Pasukan evakuasi bergerak ke Donggala

Menkopolhukam Wiranto sudah memerintahkan tim evakuasi untuk membantu korban bencana gempa dan tsuanami di Donggala dan Palu.

Tim evakuasi tersebut merupakan tim gabungan dari TNI, Kepolisian dan relawan.
Tim akan bergerak melalui jalur darat karena hingga saat ini Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu masih belum bisa beroperasi.

"Kami kerahkan dahulu pasukan yang dekat dengan daerah bencana seperti dari Gorontalo, Mamuju, Parigi, Makassar," kata Wiranto di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Dilansir dari Antara, pemerintah juga akan mengirimkan bantuan berupa makanan dan alat rumah tangga bagi para korban.

Selain itu, telepon satelit akan disipakan untuk mengatasi masalah jaringan komunikasi. "Komunikasi masih terputus dari daerah.

Seluler sedang berusaha kita pulihkan, tapi kita siapkan satelit," katanya.

7. Perbaikan alat navigasi di Bandara Palu

Gempa beruntun yang mengguncang Donggala dan Palu telah mengakibatkan sebagian landasan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu rusak.

Sisa landasan yang masih bisa dipergunakan hanya sepanjang 2.000 meter.

"Dari 2.500 meter panjang landasan pacu, 500 meter rusak karena gempa," kata Menkopolhukan Wiranto saat jumpa pers di Jakarta.

Selain itu, peralatan navigasi di bandara tersebut juga rusak karena gempa. Hal itu membuat pesawat tidak bisa mendarat di Palu.

Dikutip dari Antara, pasukan TNI dan SAR sedang bergerak dari Makassar menuju Palu untuk memperbaiki alat navigasi di bandara.  "Alat navigasi akan dibawa pada pagi ini. Jadi, pukul 10.00 Wita sudah bisa didarati oleh pesawat Hercules," katanya.