Berita Terpopuler Metro

Memberikan berita terpopuler kota Metro

Berita Terunik

Memberikan berita terunik

Berita Terupdate

Memberikan informasi terupdate

Berita Terkini

Memberikan informasi berita terkini

Berita Terbaru

Memberikan informasi berita terbaru.

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI

Saturday, 15 September 2018

Impian Sungai Ciliwung Sebersih Cheonggyecheon Korsel

Banner Impian Sungai Ciliwung Bersih

Kunjungan Joko Widodo selama 2 hari ke Korea Selatan menimbulkan inspirasi. Ketika jalan pagi di ibu kota Korea Selatan, Seoul. Selasa, 11 September 2018, Presiden menyaksikan pemandangan di Sungai Cheonggyecheon.
Jokowi begitu terkesan melihat Cheonggyecheon yang sangat bersih. Jokowi pun pun bermimpi agar Sungai Ciliwung Kota Jakarta, bisa sebersih itu.

Kondisi Sungai Cheonggyecheon hampir sama dengan Ciliwung, pada tahun 2013. "Tetapi dikerjakan dalam waktu dua tahun tiga bulan, sungainya jadi sangat bersih lagi. Seperti zaman dahulu kala," ujar Jokowi.
Seperti apa perbandingan Cheonggyecheon dan Sungai Ciliwung saat 2003 dan sekarang? Simak Infografis berikut ini:

Infografis Impian Sungai Ciliwung Bersih

Asian Para Games 2018, Indonesia Bakal Berkibar Lagi?

Infografis Asian Para Games 2018 banner

Di Asian Games 2018 Indonesia mencatat prestasi emas. Sebagai tuan rumah, negeri tercinta berhasil menutup ajang olahraga multicabang bergengsi ini Indonesia hanya kalah dari Jepang, China, dan Korea.
Total, Indonesia meraih 98 medali. Chef de Mission Syafruddin yang memimpin kontigen ini mengumpulkan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu.
Sukses Indonesia di Asian Games 2018 tentu diharapkan bisa menular ke Asian Para Games 2018. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah ajang olahraga multicabang untuk atlet penyandang disabilitas itu, di Jakarta, 6 -13 Oktober. Seperti Asian Games 2018.

Indonesia terlalu susah untuk menjadi juara umum Asian Para Games 2018. Sebab, negara-negara raksasa dari Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korsel, masih sangat dominan.
Sejak pertama kali digelar tahun 2010, hanya tiga negara tersebut yang selalu menjadi tiga terbaik dalam torehan jumlah medali.
Namun, untuk sukses Asian Games 2018, rasanya bukan hal mustahil bagi Indonesia.
Belajar dari Asian Games 2018, untuk menjadi tuan rumah "sesuatu sekali" bagi atlet Indonesia. 

Infografis Asian Para Games 2018

Indonesia menargetkan 17 medali emas dan masuk tujuh besar di Asian Para Games 2018. Dan, sekali lagi, target ini telah di pecahkan.
Setelah menduduki posisi ke-17 dengan satu emas lima perak dan lima perunggu, di Asian Para Games 2010, Indonesia bangkit empat tahun kemudian. Indonesia menduduki posisi kesembilan dengan 9 emas, 11 perak, dan 18 perunggu, di Asian Para Games 2014 di Korsel.
Tak hanya itu, sukses Indonesia jadi juara umum ASEAN Para Games 2017 juga bisa jadi modal berarti di Asian Para Games 2018. Di ajang yang digelar di Malaysia itu, Indonesia mengoleksi total 251 medali (126 emas, 75 perak, dan 50 perunggu).

Saturday, 1 September 2018

Polusi Udara Bisa Bikin Bodoh



Liputan6.com, Jakarta Polusi udara merupakan kombinasi partikel halus dan gas ozon berbahaya. Sejauh ini diketahui bahwa polusi udara identik berdampak buruk bagi pernapasan. Lebih dari itu ternyata polusi udara juga memiliki efek negatif untuk kognitif manusia.
Dilansir dari laman Buzzfeed, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological and Cognitive Science, menunjukan bahwa polusi udara memiliki efek merusak pada kemampuan kognitif manusia.

Penelitian yang dilakukan di China dengan 31.000 orang dan data kualitas udara tahun 2010 sampai 2014, menemukan bahwa bahwa udara yang tercemar dapat merusak kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia.
Artinya, orang yang hidup dengan lingkungan udara kotor dapat meningkatkan risiko demensia lebh tinggi.
Menurut laporan Health Effects Institute pada 2018, hampir 95 persen populasi manusia dunia saat ini tinggal di daerah dengan polusi udara yang melebihi pedoman kualitas udara global.

Daerah dengan tingkat pencemaran udara ekstrim antara lain India, Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi. Hal ini tentu berdampak pada kesehatan manusia, orang yang tinggal di daerah dengan udara tercemar lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung stroke dan kanker paru-paru dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah udara bersih.
Menjaga udara agar tetap bersih adalah investasi masa depan, "Investasi dalam membersihkan polusi udara tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga untuk kecerdasan masyarakat luas" kata Xin Zhang, salah seorang peneliti dari School of Statistics di Beijing Normal University.

Bermalas-malasan Ternyata Tidak Selamanya Buruk



Liputan6.com, Jakarta Hampir semua orang menganggap malas adalah hal yang buruk karena dapat menghambat produktivitas sehar-hari. Namun, setiap orang ternyata butuh waktu untuk bermalas-malasan.
Ada alasan tubuh perlu hilang fokus dari rutinitas sehari-hari. Ketika malas, pikiran kita akan mengembara ke tempat-tempat menarik dan menghubungkan kembali ide-ide kreatif yang sebelumnya pernah ada atau bahkan memunculkan ide-ide kreatif.
Dilansir dari laman Time, Kamis (30/8/2018), saat kita malas sebenarnya kita tidak benar-benar malas, tetapi perlu melakukan tiga hal seperti berikut ini :

1. Istirahat
Saat perhatian tidak fokus sebenarnya tubuh sedang beristirahat. Biarkan pikiran mengembara ke mana pun karena ini akan membuat energi restoratif yang membantu untuk lebih fokus nantinya.
Untuk mendapat manfaat energi ini, Anda perlu melakukan sesuatu yang menyenangkan dan mudah, seperti hobi kreatif, berlari, atau berjalan kaki.
Jangan menggunakan ponsel selama melakukan kegiatan ini. Penggunaan ponsel justru akan membuat Anda hilang fokus dengan bermain sosial media, membaca berita atau berselancar di internet yang justru akan membuat tubuh semakin lelah.

2. Rencana
Penelitian menunjukan bahwa seseorang berpikir tentang masa depannya 14 kali lebih sering ketika perhatian tidak fokus, dibandingkan ketika fokus. Dan memikirkan tujuan jangka panjangnya tujuh kali lebih sering ketika tidak fokus.
Kemalasan menjadi strategi yang memungkinkan kita untuk memantapkan niat dan mengingat tujuan awal.

3. Menggali ide
Saat malas, pikiran akan mengembara menghubungkan ketiga tujuan mental, masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ini memungkinkan kita untuk mengalami ingatan yang jauh lebih kreatif daripada saat dalam keadaan fokus. Misalnya, mungkin kita ingat sebuah ide yang di baca beberapa minggu lalu dan menghubungkannya dengan situasi kerja saat ini.

Ini Penyebab Rupiah Sentuh Level Terendah



Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level terendah dalam tiga tahun pada Jumat pekan ini. Bahkan mata uang rupiah sentuh level terendah sejak krisis keuangan Asia pada 1998.
Hal tersebut mendorong bank sentral untuk meningkatkan upaya intervensi di pasar obligasi dan valuta asing.
Berdasarkan data Reuters, rupiah sentuh level 14.730 per dolar AS atau turun 0,3 persen dari level terendah sejak September 2015. Selain itu, rupiah juga sentuh posisi terendah 14.839 per dolar AS pada Jumat 31 Agustus 2018.
Mata uang negara berkembang tertekan termasuk rupiah dalam beberapa hari terakhir termasuk lira Turki dan peso Argentina. Penguatan mata uang AS telah meningkatkan kekhawatiran atas kemampuan negara berkembang untuk melunasi utang dalam dolar AS.

Mengutip laman FT, Sabtu (1/9/2018), campuran data perdagangan yang melemah dan utang luar negeri relatif tinggi terhadap pasar Asia lainnya membuat rupiah rentan terhadap volatilitas mata uang negara berkembang.
Indonesia, salah satu dari sedikit negara di kawasan ini yang alami defisit transaksi berjalan pada Juli naik menjadi USD 2,03 miliar. Angka ini tertinggi dalam lima tahun. Termasuk utang luar negeri juga menekan mata uang.

Heaf of Macro Strategi Asia Westpac, Frances Cheung menuturkan, nilai tukar rupiah alami depresiasi, ketika pasar obligasi tidak begitu baik sehingga berisiko aliran modal keluar. Reuters melaporkan Bank Indonesia (BI) secara tegas intervensi baik di pasar obligasi dan valuta asing untuk membantu atasi tekanan pasar.

Analis Nomura, Dushyant Padmanabhan menuturkan, intervensi bank sentral merupakan solusi jangka pendek yang efektif.  Di sisi lain, beberapa investor obligasi tetap yakin dengan komitmen bank sentral untuk stabilkan pasar usai kebijakan moneter yang ketat pada 2018.
Bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 125 basis poin menjadi 5,5 persen sejak Mei. ING harapkan BI menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin pada 2018 dan 2019.
Ekonom ING, Robert Carnell menuturkan, China melemahkan mata uangnya yuan untuk atasi rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor barang China senilai USD 200 miliar juga menambah tekanan terhadap rupiah. "Anda tidak perlu khawatir tentang Indonesia," ujar Carnell.
Eric Wong, Manager Portofolio Fidelity menuturkan, pihaknya ingin tambah portofolio di Indonesia dengan fokus pada obligasi berdenominasi dolar AS.

Fakta-Fakta Penutupan Asian Games 2018




Liputan6.com, Jakarta - Puluhan ribu penonton dan mayoritas warga Indonesia bakal menyaksikan closing ceremony atau penutupan Asian Games 2018. Ajang empat tahunan ini telah memberikan kesan membanggakan dan mengharukan bagi masyarakat Indonesia, terutama para atlet yang telah menunjukkan mental sebagai bangsa juara.

Secara prestasi, Indonesia juga sukses besar di Asian Games 2018. Kontingen Indonesia hingga Jumat (31/8/2018) pukul 16.00 WIB, menempati urutan empat dengan meraih 30 emas, 23 perak, dan 38 perunggu. Indonesia sejauh ini mampu mengungguli Iran.

Pesta olahraga akbar se-Asia ini akan resmi berakhir pada Minggu 2 September 2018. Upacara penutupan Asian Games 2018  diperkirakan tak kalah heboh dengan pembukaan pada 18 Agustus lalu. Bahkan, tiket penutupan Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sudah ludes terjual.

Penutupan Asian Games 2018 yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB ini bakal meriah. Seperti apa kemeriahannya? Simak Infografis Fakta-Fakta Penutupan Asian Games 2018 berikut ini:




Mengenal Lebih Dekat Glen Pangalila: Dari Hobi Jadi Atlet eSport Tanah Air



Liputan6.com, Jakarta Anak kecil laki-laki bertubuh kurus itu bernama Glen Richard Pangalila. Hobinya bermain game console Nintendo. Begitu gemarnya ia bermain game console, setiap ada jenis terbaru pun pasti dibelinya, mulai dari Sega hingga PlayStation.

Sekitar tujuh tahun berlalu, Glen telah tumbuh menjadi seorang remaja laki-laki. Laiknya remaja laki-laki dan penggemar game pada masa itu, ia tak ketinggalan mencoba bermain game online yang sedang populer. Tak disangka, Glen jatuh cinta dengan permainan game online.

Tak sekadar hoi bermain biasa, dirinya menekuni bidang game online secara serius. Bahkan, saat Glen bermain DOTA (Warcraft) pada 2006, ia mulai mengikuti kompetisi game online. Tahun demi tahun berlalu, Glen muda pun menyadari bahwa bermain game adalah passion-nya dan ia bercita-cita menjadi gamer profesional.

Namun, perjalanan Glen untuk meraih cita-citanya tak semudah itu. Keseriusannya dalam dunia gamesempat mendapat tentangan dari sang orangtua.
Pada saat itu, kebiasaan bermain game masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan belum dianggap sebagai sebuah peluang pekerjaan yang menjanjikan. Bahasa kasarnya, main game enggak bisa bikin kaya.

Glen pun menghadapi sebuah dilema besar dalam kehidupannya yang baru mulai memasuki dunia dewasa muda. Ia merasakan kembimbangan begitu hebat, apakah dia harus mengejar cita-citanya sebagai gamer profesional atau mengikuti kata orangtuanya dan memilih profesi yang lebih 'stabil'?
Pilihan karir yang dianggap 'nyeleneh'
Sebagian besar teman-teman seusia Glen memilih profesi yang lebih 'stabil' sebagai karier mereka, entah itu menjadi pegawai kantoran, dokter, atau arsitek. Jenis pekerjaan yang diharapkan orangtuanya.

Namun, Glen tidak mudah terbawa arus begitu saja. Ia masih berusaha mengejar passion-nya untuk menjadi gamer profesional. Glen tak pernah berhenti meyakinkan orangtuanya untuk mendukung pilihan hidupnya.

"Saya meyakinkan orang tua saya dengan cara saya membuktikan bahwa game memang bidang yang ingin saya tekuni. Bahasa kasarnya melawan orangtua, namun di sini melawannya saya ketika saya dilarang atau ditegur bermain game itu semata-mata karena saya semakin yakin bahwa saya bisa membuktikan bahwa kedepannya game akan dipandang jauh lebih baik dan memiliki perkembangan yang jelas dan menjanjikan," ucapnya.

Akhirnya, orangtua Glen mulai sedikit melunak. Sebagai jalan tengah, ia memilih pekerjaan yang diinginkan kedua orangtuanya tapi masih tetap di bidang gaming. Pada 2010, Glen mulai bekerja di sebuah publisher game internasional dan pada saat itulah karier profesionalnya di dunia eSports dimulai.

Sambil sibuk bekerja menjadi pegawai kantoran, ia tetap tekun bermain game dan mengejar rankingdalam permainan Arena of Valor (AoV). Sebuah permainan berjenis Multiplayer Online Battle Arena(MOBA) yang pernah dinobatkan sebagai game terpopuler di Indonesia versi GooglePlay.

Memang benar-benar seorang gamer ulung, Glen cukup sering menduduki posisi Top Rank dalam permainan tersebut. Kehebatannya pun mampu menarik perhatian klub eSports besar di Indonesia, Dunia Games (DG).

"Dari awal saya main game, saya memiliki jiwa yang kompetitif. Kemudian, di game AoV saya mendapatkan kesempatan di mana saya membuktikan kemampuan saya dan dipanggil untuk bergabung dengan tim pro AoV (tim papan atas), yaitu tim DG ESports," kata dia.
Glen pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan bergabung dengan DG eSport. Ia masuk ke dalam tim saat pertengahan musim pertama liga AoV Star League 2018.
Awal bergabung dengan DG, Glen diminta untuk menempati posisi sebagai pemain observer. Padahal, pria yang dikenal sebagai 'Kurus' di kalangan para gamer ini merupakan pemain Dark Slayer Lane.

Glen pun harus belajar dan membiasakan diri bermain sebagai observer. Ia berhasil membuktikan bahwa kerja keras memang tak pernah mengkhianati hasil.
Ketekunanya untuk terus berlatih membuat Glen mampu memimpin tim DG eSport meraih hasil lebih baik di AoV Star League 2018 dan membawa timnya ke Grand Final Indonesia Game Tour. Kini, ia berhasil masuk ke jajaran atlet eSports Nasional yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Langkah menuju Asian Games
Tanggal 31 Mei 2018 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi Glen. Pada hari itu, ia mendapat kabar bahwa dirinya terpilih sebagai atlet eSports yang akan mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018 untuk cabang olahraga eSports jenis AoV. Lebih istimewa lagi, ini merupakan pertama kalinya eSports menjadi cabang olahraga di Asian Games.
"Awalnya melalui proses kualifikasi yang diadakan oleh pihak Garena. Kemudian tim saya termasuk 5 tim besar yang berhak mendapatkan slot pemain untuk bisa di-voting dan menjadi Timnas AoV Indonesia. Ternyata, saya masuk dalam salah satu pemain yang bisa di-voting dan saya terpilih dalam 5 nama pemain untuk Timnas AoV Indonesia," ujar Glen.

Tak tanggung-tanggung, ia juga terpilih sebagai kapten untuk timnya. Akhirnya, orangtua Glen pun mulai memahami dan menerima pilihan hidup sang anak.
Pada Minggu (26/8/2018), Glen dan Timnas AoV telah bertanding di Asian Games 2018. Meski kalah dari China, tetapi mereka sudah menampilkan performa yang begitu baik. 

Glen berharap dengan masuknya eSports sebagai cabang olahraga di Asian Games 2018, dapat mengubah paradigma masyarakat tentang dunia gaming. Supaya para gamers lainnya memiliki kesempatan yang lebih lebar untuk menunjukkan keahliannya di arena pertandingan, seperti Asian Games atau ajang sejenis.

"Orang seperti saya ingin membuktikan bahwa mereka (masyarakat) sudah harus memandang lebih baik lagi ke arah game. Karena di saat inilah perkembangan game yang lebih terbukti berkembang dengan pesat dan menjanjikan (pekerjaan, pendapatan, dan bisnis)," ucapnya.