Berita Terpopuler Metro

Memberikan berita terpopuler kota Metro

Berita Terunik

Memberikan berita terunik

Berita Terupdate

Memberikan informasi terupdate

Berita Terkini

Memberikan informasi berita terkini

Berita Terbaru

Memberikan informasi berita terbaru.

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI

Saturday, 27 October 2018

Jelang Sumpah Pemuda, Jazz Museum Digelar Kembali di Probolinggo

Jelang Sumpah Pemuda, Jazz Museum Digelar Kembali di Probolinggo

Probolinggo Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jazz Museum digelar kembali di Kota Probolinggo. Event ini akhirnya terselenggara lagi setelah sempat vakum selama tiga tahun. Kali ini event musik yang digelar di Museum Probolinggo tersebut mengusung lagu-lagu daerah dan perjuangan. Bahkan setting panggung juga ditata dengan berbagai ornamen seperti kendaraan tempur kuno, lokomotif kuno dan tank milik Marinir. Sejumlah penyanyi lokal ikut menghibur dalam event ini, di antaranya Wandra, penyanyi ternama asal Banyuwangi. Ia membawakan salah satu lagu andalannya, Kelangan.

Sesekali pemuda kelahiran tanah Osing itu menyapa dan mengajak penonton bernyanyi bersama. "Apa kabar Probolinggo, gimana kabarnya? Baik kan, yuk bareng-bareng kita nyanyi lagu Kelangan," sapa Wandra, Jumat (26/10/2018) malam. Selain Wandra, ada pula Jeje, musisi sape, alat musik tradisional Kalimantan yang turut menghibur. Jemari Jeje lihai memetik senar-senar sape memanjakan telinga para penonton Jazz Museum. Ketua penyelenggara Jazz Museum 2018, Farid Fahlevi mengatakan, di momen kali ini, Jazz Museum sengaja mengusung lagu perjuangan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme para pemuda Probolinggo.

Sedangkan lagu daerah dipilih sebagai wujud pelestarian warisan bangsa. "Di momen sumpah pemuda ini, kami ingin menampilkan sesuatu yang beda yakni melalui sebuah event musik, yang tentunya klasik namun tetap kekinian," ujar Farid Jazz Museum 2018 pun ditutup dengan menyanyikan lagu 'Tanah Air Beta' secara bersama-sama oleh pengisi acara dan para penonton.

Menarik, Ada Duo Djumain Bertarung di Pilkades Malang

Menarik, Ada Duo Djumain Bertarung di Pilkades Malang

Bukan narsis ataupun karena anak kembar, nama Djumain muncul sebagai dua kandidat yang maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Hal ini terlihat dari alat peraga kampanye (APK) berukuran raksasa yang berdiri kokoh di depan Balai Desa Karangpandan yang terletak di Jalan Garuda. Bagian atas dengan background merah tertulis 'Calon Kepala Desa Karangpandan'. Kemudian di bawahnya terpampang dua foto beserta nama calon kandidat. Nomor urut 1 Djumain dan nomor urut 2 Djumain.

Bahkan kedua wajah calon hampir-hampir mirip karena sama-sama berkumis. "Iya memang unik, dua calon dengan nama sama," tegasnya, Sabtu (27/10/2018). Sekretaris Panitia Pilkades Karangpandan Kun Pancaya membenarkan jika dua calon kepala desa ini memang memiliki nama yang sama. Ia bahkan mengatakan bahwa kedua nama tersebut membuat gelaran Pilkades kali ini menjadi terasa unik. Namun Kun berharap kesamaan nama kandidat itu tak menjadi persoalan. Beruntung kedua kandidat telah sepakat menjaga kondusivitas desa selama proses Pilkades berlangsung. "Kami sangat berharap, situasi tetap aman, kondusif, meski nama sama maju sebagai calon. Kedua kandidat juga menyepakati demikian. Ketika nanti masa kampanye, mereka tak memanfaatkan dengan mobilisasi massa atau kampanye terbuka," beber Kun.

Pihaknya sendiri telah mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama Pilkades, di antaranya menyiapkan langkah-langkah khusus. "Bila terjadi draw atau perolehan suara sama maka akan dilakukan penghitungan sebaran surat suara di tiga distrik (dusun), karena tidak diatur pemilihan ulang. Ini merupakan upaya kami agar demokrasi Pilkades Karangpandan benar-benar terjadi. Kedua calon juga memiliki niat, keinginan dan sepakat untuk menjaga Pilkades damai dan aman," urai Kun. Kedua kandidat memperebutkan kursi kades yang baru mengingat kades lama telah habis masa jabatannya sejak bulan April 2018 silam. Kun menyebut, antinya ada sekitar 4.109 warga Desa Karangpandan yang mendapatkan hak pilih untuk memilih satu dari dua Djumain. Mereka tersebar di tiga dusun yakni Bendo, Kedumonggo, dan Karangpandan. Karangpandan menjadi salah satu desa dari 37 desa di Kabupaten Malang yang menggelar Pilkades serentak 11 November 2018 mendatang.

Truk Muatan Sapi Terguling di Brebes, 1 Sapi Disembelih

Truk Muatan Sapi Terguling di Brebes, 1 Sapi Disembelih

Brebes - Truk memuat 12 ekor sapi terguling masuk parit di Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (27/10/2018) pagi. Kecelakaan tunggal ini diduga akibat sopir truk mengantuk. Satu ekor sapi yang terlukka akhirnya disembelih.

Kecelakaan ini terjadi di ruas jalur Tegal-Purwokerto. Truk bernopol K 1931 EA muat 12 ekor sapi terguling akibat sang sopir mengantuk saat melintas di Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

Suyatman, sopir truk, menuturkan kendaraannya tersebut melaju dari Pati melalui Tegal menuju Banyumas. Sebelum terguling, selama perjalanan beberapa kali terkena macet di daerah Semarang.

"Berangkat tadi sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Dari Pati mau ke Ajibarang," katanya.

Saat melintas di tanjakan Pagojengan, tiba-tiba truk terguling dan masuk ke parit sisi timur jalan. Suyatman dan satu kerneknya selamat. Hingga Sabtu siang, badan truk masih berada dalam parit dan belum dievakuasi.

"Tak sadar tiba-tiba truk oleng dan masuk ke parit. Padahal sudah berupaya untuk mengendalikannya," ujarnya.

Akibat kecelakaan ini, beberapa sapi ini terlepas dari bak truk dan keluar parit. Oleh warga, sapi-sapi itu kemudian diikat agar tidak lari. Satu ekor sapi diantaranya luka parah akibat terjepit bak truk dan akhirnya disembelih.

Ngerinya Temuan Mayat Dicor Dalam Drum di Sukoharjo

Ngerinya Temuan Mayat Dicor Dalam Drum di Sukoharjo

Sukoharjo - Warga Sukoharjo dihebohkan dengan kabar penemuan mayat di bawah jembatan Desa Pondok, Grogol, Sukoharjo pada hari Jumat (26/10/2018) sore. Kabar itu menjadi semakin gempar karena mayat dalam kondisi dicor di dalam drum.

Drum tersebut terbuat dari seng, biasa digunakan saat pengaspalan jalan ataupun proyek bangunan. Saat ditemukan, drum sudah dalam kondisi berkarat dan rusak.

Penemunya ialah Muji Agung, seorang pemulung yang mencari rongsokan di bawah jembatan. Drum itu rencananya akan dia ambil lalu dijual.

"Tadi saya mau ambil drum, saya buka baunya menyengat, ternyata kelihatan ada tulang dicor," kata Muji saat ditemui detikcom di Mapolsek Grogol, Jumat petang.

Pemulung tersebut langsung menyampaikan temuannya ke temannya. Akhirnya penemuan itu dilaporkan ke Polsek Grogol.

Menurut Muji, mayat tersebut dicor bersama pakaiannya. Dia juga menduga bahwa mayat yang tinggal tulang belulang itu berjenis kelamin pria.

"Di dalam drum ada selimut, mayatnya pakai kaus lengan panjang lorek, sama pakai celana dalam pria. Kemungkinan dia pria," ujar dia.

Menurut warga setempat, drum tersebut memang sudah lama berada di tepi aliran sungai Bengawan Solo itu. Namun mereka tak menyangka drum digunakan untuk menyimpan mayat.

"Minggu lalu katanya ada yang melihat, tapi tidak mengira isinya mayat. Mungkin di situ sudah berbulan-bulan," ujar warga Pondok, Hery Susanto ditemui detikcom di rumahnya di barat jembatan.
Dia menduga ada orang yang sengaja membuang drum itu dari atas jembatan. Sebab tak mungkin orang mengangkat drum yang berat itu melewati tanggul terlebih dahulu.

"Itu kan berat, mungkin dilempar ke sungai dari atas jembatan. Dugannya itu sejak saat air sungai tinggi, drumnya tenggelam. Pas kemarau jadi kelihatan drumnya," ujar dia.

Setelah penemuan, tim SAR bersama kepolisian terjun mengevakuasi mayat di dalam drum. Mayat kemudian dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo. Kepolisian akan melakukan penyelidikan atas temuan itu.

"Saat ini mayat sudah dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo. Ini akan kita selidiki dulu identitas korban, nanti tentu akan terus kita kembangkan," ujar Kapolsek Grogol, AKP Dani Herlambang.

Friday, 26 October 2018

3.500 Warga Magetan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air

3.500 Warga Magetan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air

Magetan - Tercatat sebanyak 3.500 warga Kabupaten Magetan masih terdampak kekeringan saat ini. Pemkab pun terus melakukan dropping air.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra mengatakan ribuan warga yang terdampak kekeringan ini berada di dua desa di Kabupaten Magetan, yaitu Desa Kuwon, Kecamatan Karas dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang.

"Untuk Desa Kuwon, Kecamatan Karas sekitar 2.000 jiwa, sedangkan satu desa di Kecamatan Parang yang terdampak kekeringan yakni di Desa Sayutan dialami 1500 jiwa atau sekitar 500 KK," terang Fery.

"Kita dropping setiap dua hari sekali dengan rincian setiap dropping sekitar 20 ribu hingga 30 ribu liter," ungkapnya.

Selama musim kemarau terhitung sejak bulan Juli 2018, BPBD mencatat telah melakukan dropping di wilayah-wilayah tersebut lebih dari 150 kali.

Kendati demikian, Bupati Magetan Suprawoto berkomitmen akan terus mengirim dropping air kepada warga sembari menunggu musim hujan tiba.

"Kita akan terus melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak," ujar Suprawoto kepada wartawan usai pemberangkatkan tangki air dari Pendopo Bupati Magetan, Jumat (26/10/2018) lalu. 

KPK Geledah Rumah Ajudan Bupati Cirebon

KPK Geledah Rumah Ajudan Bupati Cirebon

Cirebon - Setelah menyita empat koper dari ruang kerja Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, KPK juga menggeledah rumah milik salah seorang ajudan Sunjaya.

Rombongan KPK itu tiba di rumah milik ajudan Bupati Cirebon, DS di perumahan Kedawung Regency 3, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (27/10/2018). 

Dua petugas kepolisian berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang mengawal proses penggeledahan. 

Rombongan petugas KPK itu datang dengan menggunakan tiga mobil warna hitam. Selain itu, sejumlah petugas nampak membawa tiga koper dan mengenakan ransel saat masuk ke rumah DS. Hingga saat ini proses penggeledahan masih berlangsung. 

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK mengamankan enam orang, termasuk Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (24/10/2018) sore. Keesokan harinya, KPK menetapkan dua tersangka dari enam orang yang diamankan, yakni Sunjaya dan Sekdis PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto. 

Sementara itu, DS berstatus sebagai terperiksa. Dalam OTT itu, pada pukul 16.00 WIB tim mendatangi kediaman DS, ditemukan uang Rp 116 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. KPK juga mengamankan bukti setoran rekening penampungan milik bupati yang atas nama orang lain senilai Rp 6,425 miliar.

Ini Alasan Jokowi Gratiskan Tol Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membebaskan tarif tol Jembatan Suramadu mulai Sabtu ini. Langkah menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Jembatan Suramadu menjadi satu-satunya penghubung jalur darat Surabaya dan Madura yang sebelumnya hanya tersedia di jalur laut. Jembatan dengan panjang 5.438 meter ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan ini mulai dibangun pada 2003 di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Dana yang digelontorkan untuk membangun jembatan Suramadu mencapai Rp 4,5 triliun.

Presiden Jokowi membebaskan tarif tol Jembatan Suramadu mulai Sabtu (27/10/2018) ini. Semula tarif tol untuk melalui jembatan ini di kidaran RP 15 ribu untuk kendaraan golongan I hingga Rp 45 ribu untuk kendaraan golongan V.

AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru menyatakan, pembebasan tarif ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang kemudian mengubah fungsi Jembatan Suramadu dari tol menjadi jalan umum.

"Ada Perpresnya yang menetapkan Tol Jembatan Suramadu dari jalan tol menjadi jalan umum tanpa tol," jelas dia kepada Liputan6.com.

Dia menambahkan, misi menggerakkan ekonomi kawasan merupakan faktor utama penghapusan tarif tersebut. "Hal ini dalam rangka percepatan pengembangan ekonomi kawasan Surabaya Madura," sambungnya.